(JAYAPURA) – Nama almarhum Eliezer Awom menjadi salah satu tokoh yang hingga kini masih dikenang dalam sejarah panjang perjuangan politik Papua Barat.
Sosok yang juga dikenal dengan nama Elieser Awom itu dikenal sebagai figur senior dalam gerakan pro-kemerdekaan Papua Barat sekaligus mantan anggota Brigade Mobil (Brimob) Republik Indonesia.
Eliezer Awom lahir di Pulau Numfor, Papua, pada 4 Juli 1948. Dalam perjalanan hidupnya, ia pernah menjalani pengabdian sebagai anggota aparat keamanan Indonesia sebelum akhirnya memilih bergabung dalam gerakan perjuangan Papua Barat.
Pada era 1960-an hingga awal 1980-an, Eliezer Awom tercatat sebagai anggota Brimob Indonesia. Ia mengikuti pendidikan kepolisian di Lido, Bogor, Jawa Barat, sebelum menjalankan tugas di Jakarta dan sejumlah wilayah di Papua.
Berkat kemampuan serta kedisiplinannya selama bertugas, Eliezer Awom dipercaya menjadi instruktur menembak di lingkungan kepolisian. Pengalaman militernya kemudian dikenal luas dan menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
Perubahan besar dalam hidup Eliezer Awom terjadi pada tahun 1984. Ia memutuskan keluar dari institusi keamanan Indonesia dan kemudian bergabung dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka (TPNPB/OPM), organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat melalui jalur politik maupun perjuangan bersenjata.
Di dalam organisasi tersebut, Eliezer Awom dikenal sebagai tokoh yang memiliki pengalaman militer dan strategi lapangan.
Ia dipercaya memimpin pasukan di sejumlah wilayah Papua dan menjadi salah satu figur penting dalam gerakan perlawanan pada masa itu.
Pada tahun 1989, Eliezer Awom ditangkap setelah terlibat dalam konflik bersenjata dengan aparat keamanan Indonesia.
Penangkapannya menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah konflik Papua kala itu. Setelah ditangkap, ia menjalani hukuman penjara selama bertahun-tahun sebagai tahanan politik.
Memasuki era reformasi sekitar tahun 2000, Eliezer Awom dibebaskan bersama sejumlah tahanan politik Papua lainnya. Setelah bebas, ia tetap aktif memperjuangkan hak-hak masyarakat Papua melalui berbagai organisasi dan jalur diplomasi internasional.
Ia kemudian turut terlibat dalam pembentukan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), organisasi politik yang berupaya membawa isu Papua Barat ke forum internasional. Kehadirannya di organisasi tersebut membuat dirinya dihormati sebagai salah satu tokoh senior perjuangan Papua Barat.
Selain dikenal sebagai pejuang politik, Eliezer Awom juga dipandang sebagai figur yang memberi pengaruh besar bagi generasi muda aktivis Papua.
Pengalaman hidupnya sebagai mantan aparat keamanan sekaligus tokoh perjuangan menjadikannya sosok yang memiliki tempat tersendiri dalam sejarah politik Papua.
Eliezer Awom meninggal dunia pada 15 Juni 2018 saat melakukan perjalanan di wilayah Papua Barat. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan para pendukung perjuangan Papua Barat.
Hingga kini, nama Eliezer Awom tetap dikenang sebagai salah satu tokoh senior Papua yang memiliki perjalanan hidup penuh dinamika serta sejarah panjang dalam konflik dan perjuangan politik di Tanah Papua.
(JMF)