Tuan Jenderal Alex Donald Degey dikenal sebagai Menteri Pertahanan dalam struktur TPN/OPM faksi Pemka. Kisah hidupnya menjadi bagian dari sejarah panjang pergolakan politik Papua.
Sekitar tahun 1950-an, Alex dibawa oleh Herman Tilemans untuk bersekolah di Kokonao. Selama masa sekolah, ia dikenal melatih teman-temannya dalam keterampilan perang. Bersama rekan-rekannya dari wilayah pegunungan, mereka sempat bergerak ke wilayah Tzinga–Tembagapura sebelum kembali ke Kokonao.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Kokonao, Alex melanjutkan sekolah ke Merauke. Pada tahun 1968–1969, ia bersama sekitar 15 orang melakukan perjalanan berbahaya menuju Australia menggunakan rakit bambu. Mereka terapung di laut selama kurang lebih tiga minggu. Dalam perjalanan itu, satu orang rekannya meninggal dunia. Rombongan yang selamat akhirnya tiba di Australia dan dibawa ke Canberra.
Pasca Pepera dan perubahan situasi politik pada sekitar tahun 1970, pemerintahan Soeharto meminta agar para pencari suaka asal Papua dipulangkan. Dari Canberra mereka diterbangkan ke Port Moresby, lalu dibagi menjadi dua kelompok: sebagian dikirim ke Merauke dan sebagian ke Jayapura.
Alex Degey termasuk kelompok yang dideportasi ke Jayapura, bersama sejumlah nama lain seperti Alex Timika dan Bernadus Mawen.
Setibanya di Jayapura, Alex bekerja di Irian Bakti, menggantikan posisi Thom Wanggay yang saat itu sedang melanjutkan studi ke Jepang. Dalam masa itu, ia disebut terlibat membantu logistik bagi kelompok gerilyawan Papua. Aktivitas tersebut diketahui aparat keamanan, sehingga upaya penangkapan dilakukan. Alex kemudian melarikan diri menggunakan perahu dan bergabung dengan kelompok pemuda Papua yang tengah mempersiapkan perlawanan.
Alex Degey menghabiskan sisa hidupnya di pengasingan dan meninggal dunia di Belanda pada tahun 2017. Kisahnya menjadi bagian dari memori kolektif tentang konflik, perjuangan, dan perjalanan panjang sejarah Papua.
Repost:Beny Pakege
#AnakPanaHitam
#MerawatKesadaran
#JejakItuHarusTau
#OrangTua
#RawaHistory