Type Here to Get Search Results !

Pelakunya Diduga Kelompok Pilia

English: Benny Wenda at the IPWP launch Русски...
English: Benny Wenda at the IPWP launch Русский: Бенни Венда, председатель Ассаблеи Котека (Photo credit: Wikipedia)
Pelakunya Diduga Kelompok Pilia

JAYAPURA - Aksi penembakan kembali terjadi di Puncak Senyum Puncak Jaya Papua, Rabu 31 Juli sekitar pukul 14.10 WIT. Kelompok sipil bersenjata memberondong mobil ambulans yang sedang mengevakuasi warga yang sakit. Akibatnya 1 orang tewas. Pelaku diduga adalah kelompok sipil yang bermarkas di Pilia Kabupaten Lany Jaya.

“Dugaan kami, kelompok pelaku adalah GPK Pilia, tapi itu masih didalami dengan melakukan penyelidikan,”ujar Juru Bicara Kodam XVII Cenderawasih Kolonel Lismer Lumban Siantar saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Jika memang dugaan pelaku adalah kelompok Pilia, maka komandannya adalah Puron Wenda.  Akhir tahun lalu ia  mengklaim sebagai pelaku penyerangan terhadap Polsek Pirime Kabupaten Lany Jaya. Klaim itu juga dibenarkan oleh Goliat Tabuni Komandan OPM yang bermarkas di Tingginambut.

Menurut Goliat Tabuni ketika itu,  Puron Wenda adalah bekas anak buahnya. Namun, sudah tidak satu komando lagi sejak Kabupaten Lany Jaya terbentuk. Puron Wenda sudah keluar dari kelompok Goliat Tabuni bersama sejumlah anggota lainnya. Mereka kemudian membentuk Kodap (Komando Daerah Operasi) sendiri yang namanya Kodap Pilia.

Masih kata Goliat ketika itu, Puron Wenda sudah berafiliansi ke Matias Wenda penglima OPM yang bermarkas di Victoria Perbatasan RI-PNG.  “Puron tidak lagi dibawah komando saya, dia sekarang anggotanya Matias Wenda,”ungkap Goliat Tabuni.

Puron Wenda menyerang Polsek Pirime saat itu, untuk menunjukan eksistensi kelompoknya. Sekaligus menunjukan kekuatan mereka ada di Lany Jaya.

Dalam sebuah percakapan melalui telepon selule, Puron Wenda juga membenarkan bahwa dirinya tidak lagi satu komando dengan Goliat Tabuni. “Kami sudah keluar dari kelompok Goliat Tabuni, dan sekarang berdiri sendiri,”tegas dia kala itu.

Puron Wenda mengklaim, dirinya dan sejumlah rekannya memutuskan keluar dari Kelompok Goliat Tabuni, karena tidak sepaham dan satu ide lagi tentang perjuangan Papua Merdeka. “Goliat Tabuni sekarang sudah bagian dari pemerintah Indonesia, dia tidak lagi berjuang untuk kemerdekaan Papua, itulah alasan kami keluar dan membentuk kelompok sendiri,”tandasnya.

Puron juga mengaku telah merekrut ratusan pemuda untuk bergabung dalam kelompoknya.
Puron juga mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan Polsek Pirime. “Kami yang serang dan kami juga akan masuk ke Tiom ibukota Lany Jaya,”ucap dia kala itu.

Bila memang Puron Wenda sudah membentuk Kodap baru Pilia di Lany Jaya, kenapa dia masuk ke Tingginambut yang nota bene markas Goliat Tabuni dan kemudian melakukan penyerangan terhadap mobil Ambulans. Apakah ini untuk menunjukan kekuatan mereka kepada sang Jenderal Goliat Tabuni.
Puron Wenda saat dihubungi  telepon selulernya tidak aktif. Begitupun selulernya Goliat Tabuni.(Jir/Don/l03)
Enhanced by Zemanta

Post a Comment

0 Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Hollywood Movies